Refund ditolak karena denda listrik yang muncul setelah penyewa pergi
Pengulas melaporkan refund ditolak karena denda pada tagihan listrik, yang diklaim sebagai keterlambatan pembayaran dan muncul setelah penyewa sudah pindah.
Baca sumber aslinya ↗2024-10-15 · MediaKonsumen
Mereka membebankan post charge atas kerusakan furnitur yang bukan perbuatan saya.
Tamu yang menginap 11–13 Oktober 2024 dengan deposit Rp300.000 membantah tagihan pasca-checkout atas kerusakan furnitur yang menurutnya bukan perbuatannya.
Nominal yang disengketakan: Rp300.000
Tagihan yang dibebankan berhari-hari atau berminggu-minggu setelah tamu pergi dan unit sudah disewakan lagi, atas kerusakan yang disengketakan tamu. Berbeda dari potongan yang disepakati saat inspeksi: saat klaim datang, tamu tidak lagi bisa memeriksa unit atau membantahnya.
9 laporan terdokumentasi → KritisPemotongan diterapkan tanpa pemberitahuan atau bukti yang disepakati, atas hal-hal yang oleh penyewa dianggap keausan wajar. Satu surat pembaca terpublikasi mendokumentasikan pemotongan dengan alasan 'noda tembok'.
7 laporan terdokumentasi →Pengulas melaporkan refund ditolak karena denda pada tagihan listrik, yang diklaim sebagai keterlambatan pembayaran dan muncul setelah penyewa sudah pindah.
Baca sumber aslinya ↗Pengulas menggambarkan menghabiskan sebulan mengejar refund sementara Travelio mengklaim ada barang yang hilang — padahal staf sudah menandatangani kondisi unit saat mereka pindah.
Baca sumber aslinya ↗Konsumen melakukan check-out lebih awal dari unit di Tokyo Riverside Tower Dotonburi pada 21 Oktober 2025. Mengikuti instruksi Travelio sendiri, kunci diletakkan di mailbox dan didokumentasikan dengan foto serta video. Staf Travelio menyatakan kunci tidak ditemukan dan membebankan biaya penggantian Rp400.000 dari deposit. Ini kasus paling jelas yang terdokumentasi di mana potongan diterapkan bertentangan dengan bukti yang sudah dipegang konsumen saat itu juga.
Baca sumber aslinya ↗